Pages

Lorem ipsum

slider

Tampilkan postingan dengan label Untuk Sesama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk Sesama. Tampilkan semua postingan

Untuk Sesama,,,(Rafi Luthfi Akbar)

Selasa, 06 November 2012

Info Penting:

Dibutuhkan 9 kantong darah Gol O (trombosit) hari ini untuk pasien adek Rafi Luthfi Akbar (11 tahun) yang sekarang dirawat di RS M. Djamil, Padang, di ruang diagnosa karena terkena LEUKIMIA.

Untuk besok dan kedepannya juga masih sangat dibutuhkan.


Hubungi keluarga pasien: 085766512180 atau 085272636580.

Atau bisa juga hubungi ana (Taufiq) di 085766565906.

Mohon bantuannya kpd rekan2 semuanya. Niatkan karena ridlo Allah semata.
Atau hubungi Citra : 08566679360

Mari kita bersama-sama mengulurkan bantuan demi kesehatan adek Rafi Luthfi Akbar

18 Tahun Lumpuh dan Hanya Bisa Merangkak

Senin, 09 Juli 2012

Sahabat Kamiko...
Kembali kali ini aku akan mengangkat sebuah kisah miris dari seorang remaja di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.
Lihat fotonya di sini :

Zakaria, seorang remaja  18 tahun yang menjalani kesehariannya dengan merangkak menggunakan dada dari kamar menuju teras rumahnya. Selama belasan tahun, cara itu yang dia lakukan untuk berpindah dari satu tempat ke lokasi lain. Walau hanya sebatas halaman rumah sederhana yang telah termakan usia.

Posisi telungkup juga dilakoni putra pasangan Yusuf Retang (56) dan Roslin Landutana (54), itu saat makan, minum, mandi, dan buang hajat. Zakaria menderita kelainan pada kaki karena penyakit polio sejak usianya tiga bulan. Selain lumpuh, dia juga menderita hydrocephalus.

Yusuf menceritakan, saat berusia tiga tahun, Zakaria mengalami demam tinggi hingga tubuhnya serasa seperti bara api. Pengobatan terus dilakukan, mulai dari rumah sakit hingga secara alternatif. Namun, lantaran terpentok biaya, pengobatan pun dihentikan.

“Belum ada petugas puskesmas dan dinas kesehatan yang datang walau hanya sekadar menjenguknya,” jelas Yusuf, diamini oleh Roslina saat ditemui di kediaman mereka, Senin (9/7/2012).

Kemiskinan menjadi hambatan keluarga Yusuf untuk mengobati putranya. Telebih, rumah mereka berada di daerah terpencil. Untuk menuju rumah mereka, harus melalui jalan setapak dan menyebrangi sungai besar dengan sampan kecil.

Meski hanya bisa tergolek, Zakaria merupakan sosok periang. Dia sering menghibur dirinya sendiri dengan bernanyi lagu daerah. "Nyungga na ayamu pahada warungmuya ningga ka la handuka la mbaru maling,” lantun Zakaria dalam senandungnya.

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, lirik lagu itu berarti, "Aku kekasihmu, kau tinggal pergi, menyisakan duka di pagi dan malam hari."

Bagaimanakah perasaan teman-teman setelah mendengar kisah pilu dari remaja ini ??
Semoga pihak terkait dapat memberikan kepeduliannya dan semoga ada dermawan yang akan membantu Zakaria

Zakaria,, Kamu remaja yang tegar... Saya pribadi SALUT sama kamu...

Janda di Padang 1 tahun Lumpuh karena paru paru

Jumat, 06 Juli 2012

Assalmualaikum semua,,
Ada suatu cerita yang membuat kita miris...Di  kawasan Lubuk Begalung, Padang, seorang janda dengan delapan anak terkena lumpuh dikarenakan menderita penyakit paru-paru
 Setahun menderita sakit paru-paru hingga lumpuh, delapan anaknya pun telantar di rumahnya. Anak-anaknya tidak sekolah. Mereka secara bergantian merawat ibunya sembari menunggu sang nenek yang mencari nafkah sebagai pengumpul cabai busuk di pasar.

Yulmaini, bersama delapan anak yang masih kecil, serta orangtuanya, bertahan hidup di gubuk kecil di kawasan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Sudah setahun janda itu tergeletak di kursi rumah karena sakit paru-paru hingga mengalami kelumpuhan. Yul tidak memiliki biaya untuk memeriksakan penyakitnya.

Anaknya secara bergantian merawatnya, mulai dari mencuci pakaian hingga mengganti kompres di kepala. Sementara, Nuraini, orangtua Yulmaini, mencari nafkah sebagai pengumpul cabe busuk di pasar untuk dijual kembali. Pekerjaan itu dilakoninya, meski usianya sudah senja dan matanya rabun.

“Demi keluarga, kasihan anak saya dan cucu-cucu,” ujar Nuraini, Kamis (5/7/2012).

Karena kasihan, para tetangga memberi makanan kepada keluarga tersebut. Yul berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk mengobati penyakitnya

Bagi sobat blogger dan semua pembaca, saya ANAKE KAMIKO mengajak kalian semua berempati dan menyisihkan sedikit kepedulian kita terhadap si ibu ini. Jika temen temen punya solusi atau ingin membantu, silahkan sampaikan di komentar,
Berbagi untuk sesama sobat

Courtesy: Budi Sunandar (Sindo TV)/Sindo TV/ dengan perubahan

Terjemahkan

 

Most Reading

Sidebar One